Bank Indonesia mencatat sampai akhir Januari 2012 cadangan devisa Indonesia mencapai 112 miliar dolar AS atau setara dengan 6,2 bulan impor dan pembayaran utang luar negeri Pemerintah.

Kepala Biro Humas Bank Indonesia Difi A Johansyah di Jakarta Kamis mengatakan, jumlah tersebut meningkat dibanding posisi 31 Desember 2011 sebesar 110,123 miliar dolar AS.

Menjelaskan hasil Rapat Dewan Gubernur BI hari ini, Difi menyebutkan bahwa kinerja Neraca Pembayaran Indonesia (NPI) pada triwulan I-2012 diprakirakan akan mencatat surplus meskipun dengan kecenderungan yang lebih rendah.

Sementara transaksi berjalan diperkirakan akan mengalami defisit seiring dengan menurunnya pertumbuhan ekspor, sementara impor masih relatif besar.

Surplus NPI pada triwulan I-2012 akan ditopang oleh transaksi modal dan finansial seiring dengan aliran investasi langsung (FDI) dan portofolio yang diprakirakan akan naik, didukung oleh fundamental ekonomi domestik yang kuat di tengah ketidakpastian ekonomi global.